Waspadai Kelainan Refraksi Mata Pada Anak

Kerap orangtua yang tak menyadari anaknya mengalami kelainan refraksi mata sehingga tak sedikit anak yang mengalaminya terlambat untuk ditangani. Keterlambatan penanganan ini akan memperburuk kondisi penglihatannya dan akan mengganggu proses belajarnya.

Saskia adalah contohnya. Siswa kelas 4 SD ini sudah menggunakan kaca mata sejak masih duduk di kelas 2. Sebelum memakai kaca mata, dia tidak merasakan keluhan pada penglihatannya, namun beberapa kali saat di sekolah, ia selalu maju ke depan kelas mendekati papan tulis untuk melihat tulisan gurunya. Ulahnya itu tak jarang membuat teman sekelasnya marah sebab mereka tidak dapat melihat tulisan di papan tulis lantaran terhalang oleh Saskia.

Saskia ternyata melihat angka 3 dari jarak 3 bangku itu terlihat seperti angka 6. Saskia dinyatakan mengalami kelainan refraksi. Bagian tubuh anak-anak, termasuk mata bisa diibaratkan onderdil yang masih baru. Sehingga sekalipun mereka mengalami keluhan tidak dapat melihat jarak jauh, tapi mereka tetap masih bisa melihat karena dipaksakan. Itu yang membuat mereka tak mengeluhkan adanya gangguan penglihatan. Beda dengan orang yang sudah tua, onderdilnya banyak yang sudah soak. Karenanya, meski dipaksakan untuk melihat jarak jauh, mereka sudah tidak mampu lagi sehingga mereka mengeluh.

Kelainan refraksi mata pada anak sebaiknya segera ditangani. Perlu adanya kerjasama dari pihak sekolah, dalam hal ini guru, dan orangtua karena selama ini yang sering menemukan kelainan refraksi mata pada anak adalah pihak guru di sekolah. Seharusnya orangtua di rumahnya juga aware. Misalnya, saat melihat anaknya asyik menonton televisi dengan jarak yang sangat dekat dan tidak mau disuruh mundur. Dalam hal ini orangtua harus curiga telah terjadi sesuatu pada penglihatan anaknya.

Tingginya angka kelainan refraksi mata pada anak disebabkan karena adanya kemajuan teknologi komunikasi, salah satunya kehadiran gadget yang sangat disukai anak-anak. Mereka yang mempunyai gadget, akan sering digunakannya dengan jarak yang sangat dekat dengan mata. Jika kelainan refraksi mata pada anak ini tidak segera ditangani, maka selain dapat mengganggu proses belajar seorang anak, juga dapat menyebabkan kerusakan pada mata.