Semakin majunya teknologi sekarang ini, tentu menjadi faktor yang penting dalam
mendukung globalisasi. Globalisasi cenderung sering dibahas dampaknya dalam bidang politik
dan ekonomi, padahal dalam bidang budaya dampaknya pun cukup besar karena pertukaran
informasi yang begitu cepat.Salah satu yang mendukung munculnya globalisasi tentu adalah
perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat khususnya internet. Internet yang mulai
berkembang tahu 2000-an dan mulai menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat mulai
dimanfaatkan untuk bermacam hal disamping mengakses halaman web sebagai sumber informasi.
Media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Penggunaan media sosial di Indonesia semakin meningkat dari hari ke hari. Saat ini ada sekitar
73,7 juta orang Indonesia yang aktif di media sosial baik di Facebook, WhatsApp dan Twitter.
Pengaruh cuitan di media sosial dapat menyebar secara cepat. Setiap akun dapat menjadi sumber
berita, setiap akun juga bisa menjadi sumber fitnah ataupun penerus fitnah.
Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi
kapanpun dan dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai
pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi
besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya.
Pesatnya perkembangan media sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki
media sendiri. Jika untuk media tradisional seperti televisi, radio atau koran dibutuhkan modal
yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Para pengguna
media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa biaya yang besar dan dapat
dilakukan sendiri dengan mudah.
Media sosial di internet sebetulnya sudah muncul sejak tahun 1978 melalui computerized
bulletin board system yang ditemukan oleh Ward Christensen and Randy Suess sebelum website
mengudara menjadi hal yang bebas diakses publik. Computerized bulletin board system
merupakan cikal bakal media sosial dan merupakan sistem yang digunakan untuk perencanaan
dan pemberitahuan meeting baik untuk keperluan bisnis ataupun sekadar betemu teman.
Program tersebut yang menjadi cikal bakal media sosial masih belum berbasis web seperti yang
ditemukan sekarang. Setelah web (world wide web) mulai dapat diakses oleh publik mulai tahun
1993 dengan munculnya browser Mosaic dan Geocities yang memungkinkan semua orang dapat
membuat dan mempublish informasi melalui website.
Perkembangan media sosial berbasis internet mengalami perkembangan yang pesat pada
tahun 2002, dimana pada masa itu Friendster pertama kali diluncurkan dan dalam jangka waktu 3
bulan pengguna dari Friendster mencapai 3 juta pengguna. Hal tersebut menunjukkan bahwa
selain batas negara yang semakin tidak tampak sebagai halangan juga batas-batas informasi yang
bersifat personal menjadi suatu hal yang perlu atau bukan menjadi suatu hal yang salah untuk
dibagikan kepada orang lain. Adanya media sosial menjadi suatu kebutuhan bagi kaum muda
untuk berinteraksi dengan orang lain.
Dalam perspektif struktur hubungan komunikasi, pada umumnya jejaring sosial online
menyediakan dua tipe sistem koneksi sosial, yakni bi-directional dan unidirectional. Bi-
directional adalah sistem koneksi sosial yang memerlukan konfirmasi antar akun yang akan
saling berhubungan sebagai “kawan” atau “pengikut”. Dimana kedua akun yang saling
berhubungan dapat mengakses informasi profil satu sama lainnya dan saling berkomunikasi. Hal
tersebut menjadi ciri dari media sosial berbasis web yang kerap digunakan oleh sebagian besar
masyarakat.