Pempek Adaan, Kuliner Khas Palembang dengan Sasa Santan Kelapa

Minggu lalu, seorang sanak saudara baru pulang dari Palembang setelah tugas luar kota. Saya sempat dibawakan oleh-oleh berupa pempek adaan, makanan khas kota itu. Duh, rasanya enak sekali apalagi saya sekeluarga sudah lama sekali tidak menyicipi makanan serupa. Sayangnya, pempeknya kurang banyak. Anak-anak saya sampai berebut. Akhirnya saya mengalah dan hanya mencicip sebiji.

Tapi, sampai beberapa hari kemudian saya kepikiran. Jadi kepengen buat sendiri, deh! Saya mencoba mencari resep membuat pempek ini dan ketemu. Setelah melihat-lihat, bahannya pun tak susah didapat. Cuma ikan giling, telur, tepung sagu, santan, dan sedikit bumbu. Saya langsung eksekusi. Tapi karena tak ada kelapa, akhirnya saya memakai Sasa Santan Kelapa.

Santan kelapa ini biasanya saya gunakan untuk membuaat lauk pauk. Sangat praktis, lho! Tidak perlu memarut, saya sudah mendapatkan santan terbaik. Lagipula santan ini juga serbaguna, bisa digunakan untuk membuat apapun. Baik makanan maupun minuman yang tentu saja sangat enak dan tentu saja juga bias untuk membuat pempek!

Langkah pertama yang perlu saya lakukan adalah menghaluskan ikannya. Kalau yang ini saya mau tak mau menggiling sendiri karena di tempat saya tak ada yang menjual ikan giling. Setelah ikan halus, tinggal dicampur dengan tepung sagu dengan perbandingan 1:1. Tambahkan daun bawang sebagai pelengkapnya.

Beberapa bumbu untuk pempek adaan, agar menghasilkan rasa yang nikmat.

Adon dengan santan dan campuran air dingin hingga rata setelah itu tinggal dibentuk bulat-bulat kecil. Nah, santan instan ini ternyata memang sangat cocok untuk membuat pempek adaan. Soalnya, membuat adonannya harus menggunakan santan kental, dan santan sasa ini merupakan santan kental yang aroma dan rasanya sama seperti santan yang baru diperas.

Langkah selanjutnya adalah merebus pempek yang sudah dibentuk dalam air panas sampai matang. Cara membedakan yang matang dan belum pun sangat mudah. Pempek yang terapung berarti sudah matang dan yang tenggelam tentu saja belum. Pempek yang sudah matang ini harus langsung diambil, ya! Agar bisa terus memasukkan adonan yang masih tersisa.

Sebenarnya, pempek adaan sudah matang sampai tahap ini. Sudah bisa disantap. Tapi, jika mau lebih nikmat, lebih baik digoreng terlebih dulu. Setelah digoreng, tinggal cocol dengan cukanya. Rasanya nikmat sekali.

Nah, untuk membuat cukanya pun ternyata tidaklah sulit. Hanya menggunakan asam Jawa, gula merah, sedikit cuka, dan cabe rawit jika suka pedas. Kalau ingin rasanya lebih mantap, bisa ditambahkan ebi. Sayangnya, saya tidak punya, jadi hanya menggunakan bahan yang ada.

Saya tak khawatir menggunakan Sasa Santan, Aslinya Santan tanpa bahan pengawet, jadi aman untuk dikonsumsi anak-anak sekalipun. Jadi, meskipun instan, santan ini tidak membuat Anda berhadapan dengan masalah kesehatan yang diakibatkan bahan pengawet.

Waktu saya selesai membuat pempek ini, tepat sekali bersamaan dengan waktu anak-anak pulang sekolah. Alhasil, pempek yang sedianya saya buat untuk camilan sore sambil nonton, ludes sebelum waktunya. Untungnya, kali ini saya juga berhasil mencicipinya. Rasanya tak kalah enak dengan pempek adaan yang dibawakan sanak saudara.

Kalau sudah begini, saya sepertinya harus siap-siap jika sewaktu-waktu anak-anak minta dibuatkan lagi. Yah, anak-anak saya memang suka begitu, sih! Jika sudah suka pada satu makanan, mereka akan terus meminta dibelikan atau dibuatkan. Tapi tak apalah, yang penting mereka senang.