Menelisik wisata sejarah Keraton Surosowan di Banten

Nama kota Banten mungkin sudah tidak asing lagi di dengar dengan keanekaragaman wisata yang unik . Kebudayaan yang paling terkenal di Banten adalah Masyarakat Badui dimana adat istiadat dan budaya tidak terpengaruh oleh budaya luar . Banten juga merupakan bekas kerajaan islam di Jawa Barat , disekitar wilayah ini terdapat banyak peninggalan sejarah salah satunya adalah Keraton Surosowan. 
Komplek keraton ini sekarang memang hanya tinggal serpihan saja berupa tembok benteng yang mengelilingi dengan sisa bangunannya , sisa bangunan ini berupa pondasi dan tembok dinding yang sudah hancur , sisa bangunan pemandian dan bekas sebuah kolam taman dengan bale kambang. 
Dahulunya keraton ini merupakan pusat pemerintahan raja sekaligus penyebaran islam di banteng dibawah komando seperti Sultan Hasanudin  beberapa tokoh penting lainnya. 
Tembok ini terlihat setinggi 500-200 cm dengan lebar sekitar 5 meter   , pada beberapa bagian terutama di bagian selatan dan timur tembok ini sudah rata dengan tanah . Komplek keraton Surosowan ini berdiri dengan arsitektur bangunannya berbentuk segi empat panjang dengan luasnya adalah 3 Ha .  
Sedangkan pintu masuk gerbangnya berada di sisi utara menghadap alun-alun . Pada beberapa gambar arsip lama , disisi timur terdapat pula sebuah pintu . Pada keempat sudut benteng anda bisa menyaksikan bagian tembok yang menebal menjorok ke luar atau dikenal dengan istilah Bastion. Sedangkan pada bagian sisi sebelah dalam dari tembok benteng pada keempat sudutnya terdapat dalam tembok benteng . Dahulunya komplek ini dikelilingi oleh parit yang berfungsi sebagai pertahanan dari penjajah dan pemberontak , namun sekarang parit tersebut sudah hilang walaupun sebagian . Sisa bangunan yang masih terlihat dari keraton Surosowan ini berada di selatan dan barat . 
Perlu anda ketahui bahwa sejarah mencatat komplek keraton Surosowan disebut juga sebagai Gedung Keraton Pakuwan yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin ( 1552-1570) sedangkan tembok benteng dan gerbangnya yang terbuat dari bata dan batu karang dibangun oleh putranya yaitu Maulana Yusuf ( 1570-1580 M ). 
Selain komplek keraton Surosowan , tempat wisata lainnya yang menarik adalah Benteng Speelwijk yang merupakan bekas benteng kesultanan Banten dan setelah penyerbuan tentara penjajah Belanda dan menguasai banten kemudian benteng ini diperkuat lagi dan diberi nama Speelwijk. 
Adapun yang lainnya adalah Meriam Kuno Ki Amuk , meriam ini berukuran besar yang terbuat dari perunggu dan bertuliskan huruf arab , untuk melihat meriam ini dapat dikunjungi di alun-alun masjid Banten. 

Admin

Sukanya jalan-jalan dan penggemar bakso..

Tinggalkan Balasan