Hasil gambar untuk Fjällräven

Mungkin Anda yang jarang pergi ke Eropa akan masih asing mendengar kata Fjällräven. Sejatinya ini adalah merk dagang dari sebuah produk utama yaitu tas punggung. Ide untuk membuat bisnis tas punggung diawali dari seseorang bernama Åke Nordin. Ia adalah seorang pecinta alam sekaligus anggota pramuka yang tidak suka dengan tekanan barang berat ketika bepergian.

Åke Nordin inilah yang kemudian menjadi pemilik dari brand Fjällräven. Awalnya, ia hanya ingin membuat tas yang tetap fashionable tapi punya nilai fungsional tinggi. Jadi harapannya meskipun membawa banyak tetapi tidak sampai ada punggung yang mengalami keseleo atau tulang punggung membungkuk atau kifosis.

Tentunya ini adalah tujuan mulia dari pria berkebangsaan Swedia itu. Sehingga, mungkin inilah yang menjadi suatu kemudahan baginya dalam menciptakan brand. Di tahun-tahun 1950 an, Ake yang masih berusia 14 tahun mencari bahan ternyaman yang fungsional untuk tas. Sehingga ditemukanlah bahan kayu sebagai framenya. Lalu ada tambahan juga kulit yang seperti dipakai untuk ban.

Apakah lalu tasnya menjadi lebih nyaman? Jawabannya adalah ya. Ia menggunakan tas tersebut untuk petualangannya dalam pramuka sekaligus menjadi siswa pecinta alam. Yang lebih mengejutkan lagi, inovasinya itu mendapat apresiasi positif dari banyak orang karena nilai keberfungsiannya memang sangat tinggi. Dimana ide dari orang yang mengalami langsung masalah punggung ketika mendaki gunung tentu akan lebih sempurna dibanding siapapun tanpa pengalaman.

Setelah 10 tahun menjalani berbagai penelitian yang sangat kompleks bahkan untuk anak seusianya, Åke kemudian bisa membuat brand sendiri. Bukan hanya untuk produk tas punggung atau ransel. Tetapi juga barang-barang untuk kemping seperti tenda dan outfit penunjang untuk melakukan perkemahan.