7 Gejala Penyakit Batu Ginjal yang Mudah Dikenali, Kamu Sebaiknya Tahu

Sekarang ini jumlah penderita penyakit batu ginjal atau kencing batu yang berusia muda dan menjalani perawatan medis semakin bertambah yang diduga disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Penyakit batu ginjal ini bisa menimpa ke semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Seperti yang diketahui bahwa batu ginjal ini merupakan sebuah kondisi ketika material keras yang mirip batu terbentuk di dalam ginjal yang seringkali disebabkan oleh dehidrasi.

Ginjal ini merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting fungsinya untuk menjaga komposisi darah. Ginjal ini bekerja untuk mencegah limbah yang menumpuk serta mengendalikan keseimbangan cairan tubuh. Selain itu, ginjal ini juga berfungsi untuk menjaga level elektrolit seperti fosfat, potasium, dan sodium tetap stabil. Bukan hanya itu, ginjal juga berfungsi untuk memproduksi hormon serta enzim yang membantu mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah, dan menjaga tulang kuat. 

Penyebab Batu Ginjal

Dalam hal ini, spesialis urologi dari Rumah Sakit Pondok Indah dr Hery Tiera, Sp.U mengatakan bahwa dehidrasi dan kurang minum air sering mengawali adanya gejala penyakit batu ginjal.

“Penyebab tersering karena dehidrasi. Anak kecil suka main. Ingatkan untuk minum,” kata Hery. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa anak-anak yang memiliki kelainan metabolik memiliki risiko lebih besar terkena batu ginjal. 

Menurut Hery, anak-anak yang tinggal di kawasan timur Indonesia, berpotensi menghadapi masalah serupa karena kandungan kapur yang sangat tinggi dalam air di kawasan tempat mereka tinggal. 

“Bila batu sudah terbentuk di ginjal, aliran urine bisa tersumbat sehingga terjadi pembengkakan dan regangan pada ginjal. Bila tidak segera diatasi, akan terjadi kerusakan ginjal permanen,” tambah Hery.

Gejala Batu Ginjal

Sebagaimana yang diketahui bahwa salah satu tanda adanya batu pada ginjal adalah si penderita merasakan nyeri pinggang atau rasa tidak nyaman pada tubuh di daerah bawah iga terakhir hingga dengan atas tulang panggul. 

“Misal pinggang di bagian kiri sakit, hampir semua pasti batu ginjal. Konstan, mau nungging nyerinya enggak hilang. Beda dengan nyeri otot, dibawa tiduran bisa lebih baik, karena posisinya rileks. Kalau nyerinya karena batu, enggak akan hilang, imbuh Hery Tiera.

Bukan hanya nyeri pinggang saja, orang yang menderita penyakit batu ginjal juga akan mengalami gejala lainnya berupa mual, muntah, demam, nyeri saat kencing, urine kemerahan, gangguan ketika kencing misalnya tersendat, lemas dan penurunan berat badan.

Cara Mengatasi Batu Ginjal

  1. Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Memang obesitas sering dikaitkan dengan risiko batu ginjal. Karena hal ini bisa menyebabkan resistensi insulin serta peningkatan jumlah kalsium dalam urin sehingga berisiko lebih besar adanya batu ginjal. Dan pada pH urin cenderung lebih asam pada orang dengan berat badan yang berlebih sehingga bisa meningkatkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal. 

  1. Batasi Makan Asupan Hewani dan Mengandung Purin

Perlu diketahui bahwa daging dan sumber protein hewani yang biasa anda makan seperti jeroan, telur dan produk susu mengandung purin. Purin ini merupakan sebuah zat yang sering menyebabkan kondisi asam urat. Dimana asam urat ini merupakan salah satu bahan yang akan membentuk batu pada ginjal anda. Maka dari itu, sebaiknya anda batasi asupan makanan hewani dan makanan yang mengandung purin lainnya.

Nah, supaya tubuh anda selalu sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit seperti batu ginjal, mulai hari ini anda harus menerapkan pola hidup sehat seperti pola makan yang benar dan baik.