Sah! Ibu Kota Baru Indonesia Diputuskan di Kalimantan

Berita seputar ibu kota baru negara indonesia hari ini, Lyudmila Vorobieva selaku duta besar Rusia untuk Indonesia menyatakan dukungannya terhadap rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Sebagiannya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lainnya di Kabupaten Kutai Kartanegara. Lyudmila di Jakarta mengatakan jika Indonesia merupakan negara berdaulat dan keputusan pemindahan ibu kota ini adalah keputusan pemerintahan Indonesia. 

Dirinya menambahkan jika Negara Beruang Merah tersebut bersedia untuk membantu didalam sejumlah investasi proyek infrastruktur baru, itupun jika pihak pemerintahan Indonesia mengijinkannya. Tambah Lyudmila jika pihaknya siap membantu membangun infrastruktur di Kalimantan. Tetapi dirinya mengatakan jika semua keputusan ada ditangan pemerintahan Indonesia. 

Selain rencana kerja sama investasi proyek infrastruktur terkait pemindahan ibu kota tersebut, sejak beberapa tahun terakhir ini Rusia telah memegang dua rancangan yaitu proyek rel kereta api Trans Kalimantan antar provinsi oleh Russian Railways, dan juga pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN. Hingga saat ini kedua proyek tersebut masih menunggu finalisasi dari pemerintahan Republik Indonesia. 

Konsep awal kereta api ini tadinya hanya untuk mengangkut barang saja, tetapi seiring dengan berjalannya waktu pemerintahan Indonesia ingin kereta api yang tersedia itu nantinya dapat diperuntukkan bagi para penumpang komersial. Proyek pembangunan rel kereta di Kalimantan ini sebenarnya merupakan investasi Rusia di Indonesia sejak 2016 lalu. 

Denis Manturov selaku Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia menyatakan kesiapannya pada tahun 2016 lalu jika Negara Beruang Merah tersebut telah mengeluarkan dana kurang lebih sekitar US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp. 35 triliun (estimasi kurs : Rp. 14.000 per dolar AS) sebagai dana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan. 

Dana tersebut rencananya nanti akan dipergunakan selama empat fase secara bertahap. Infrastruktur rel kereta api tersebut diharapkan akan selesai pada tahun 2020 dan bisa langsung dipergunakan. Perusahaan kereta api asal Rusia tersebut untuk mengerjakan proyeknya telah membentuk anak usaha di Kalimantan. Jalur kereta Trans Kalimantan tersebut memiliki panjang sekitar 713,01 kilometer. Trans Kalimantan ini nantinya akan melayani 4 rute seperti rute Tanjung – Paringin – Barabai – Kendangan – Rantau – Martapura – Banjarbaru – Bandara Syamsuddin Noor – Banjarmasin sepanjang 196,27 kilometer. 

Sedangkan untuk pembangunan PLTN nya nanti akan dilakukan disejumlah wilayah termasuk Kalimantan Tengah. Nantinya tim teknisnya akan melakukan kajian lebih dalam lagi untuk menentukan lokasi PLTN dengan daya yang paling besar atau diatas 1000 mega watt dan juga yang dibawahnya. Lyudmila juga mengatakan jika Rusia pernah melaksanakan pemindahan ibu kota. Dirinya menjelaskan jika negaranya pernah melaksanakan pemindahan ibu kota ditahun 1712 pada masa kekaisaran Abad ke 18 dari Moskow ke St. Peterburg. 

Pada saat itu adanya perubahan rezim, pemerintah dan ideologi Rusia, dari kekaisaran ke komunis, menyaksikan secara langsung pemindahan ibu kota Rusia dari St. Petersburg kembali lagi ke Moskow pada tahun 1918. Pada saat itu rezim komunis berkata jika St. Petersburg terlalu dekat ke Eropa Barat, sehingga nantinya akan kembali lagi ke Moskow. Perpindahan ibu kota negara ini merupakan hal yang sering terjadi di dunia. Negara yang pernah melakukan pemindahan ibu kota negara seperti Malaysia, Myanmar, dan beberapa negara lainnya. 

Secara resmi pemerintah Indonesia memang telah mengumumkan jika akan dipindahkannya ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan. Rencananya pemindahan tersebut akan dimulai pada tahun 2021 mendatang.