Banyak Minum Antibiotik, Anak Rentan Obesitas

Obesitas memang menjadi momok bagi kita. Ada sejumlah hal yang menyebabkan obesitas itu. Bagi anak-anak, kebanyakan minum antibiotik menyebabkan dia rentan terhadap obesitas. Lho kok bisa? Jawabnya, selain dapat menyebabkan resistensi antibiotik pada si kecil, sebuah penelitian terbaru menemukan anak yang terbiasa diberi antibiotik sebelum genap berusia dua tahun, berisiko lebih tinggi mengalami kelebihan berat badan di usia muda.

Berdasarkan temuan, 69% anak diberi antibiotik sejak umurnya belumlah genap berusia 2 tahunan. Malahan untuk anak yang diberikan antibiotik lebih dari empat kali sebelum usianya mencapai dua tahun beresiko mengalami obesitas hingga sebesar 11 persen. Lebih parah lagi kalau antibiotik yang diberikan adalah yang spektrumnya luas, karena risiko obesitasnya melonjak hingga 16 persen.

Antibiotik memang tak dapat diberikan sembarangan, apalagi kepada anak-anak. Kalau digunakan dengan jitu tentunya antibiotik tak akan menimbulkan masalah. Akan tetapi bila digunakan melebihi indikasinya, bisa menimbulkan kerugian.

Tak hanya itu, penggunaan antibiotik ini juga berisiko menyebabkan efek samping, antara lain: ruam-ruam di kulit seperti bidueran atau alergi, merasa mual dan muntah. Bahkan tak mustahil mengakibatkan timbulnya penyakit langka yang parah sehingga semakin sulit untuk mengatasinya.

Kecuali di perkotaan, di pedesaan pun makin banyak jumlah anak yang menderita obesitas. Mengkonsumsi makanan yang tinggi karhohidrat dan gula serta makanan tinggi lemak dan rendah serat dapat memicu terjadinya obesitas.

Obesitas timbul disebabkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh dengan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh dan selanjutnya akan mengganggu bermacam fungsi yang dilakukan tubuh, mulai dari pertumbuhan fisik, perkembangan dan aktivitas.

Disamping dari kurangnya kegiatan/aktivitas, tersedianya makanan murah yang padat kalori, jumlah takaran yang besar, banyaknya kedai makanan cepat saji dan tingginya mengkonsumsi minuman ringan bergula diduga sebagai pemicu terjadinya obesitas.

Guna mencegah munculnya masalah itu, lebih baik anak dibiasakan mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang. Upayakan anak-anak selalu bergerak atau olahraga agar otaknya cerdas dan di masa dewasanya nanti tidak terkena penyakit degeneratif seperti jantung dan diabetes.