7 Keunikan Pantai Parangtritis dari Mulai Mitos yang Penuh Misteri hingga Sunset Terbaik di Yogyakarta

Sewaktu saya kecil dan hendak berlibur ke Pantai Parangtritis (Yogyakarta), ibu memberi peringatan: “Jangan pakai baju warna hijau!”

Mendengar peringatan ibu yang disampaikan dengan mimik serius, saya pun urung bertanya. Saat itu, yang ingin saya lakukan hanya mematuhi perintah ibu, yakni dengan tidak banyak bertanya dan tidak akan menggunakan baju berwarna hijau saat mengunjungi Pantai Parangtritis.

Beberapa tahun setelahnya, ketika saya sudah mulai besar dan telah menjadi seorang mahasiswa di kampus negeri yang ada di Semarang, peringatan yang dulu disampaikan ibu kembali terngiang lagi. Itu terjadi saat seorang teman bertanya, “Kamu percaya sama mitos Nyi Roro Kidul di Pantai Parangtritis?”

Saat itu, saya belum menemukan jawaban karena memang tidak tahu dan akhirnya saya hanya menggeleng. “Mitos apa? Aku tidak tahu, ig,” timpal saya menjawab pertanyaannya. Teman saya yang senang bercerita itu pun tersenyum, bahagia. Dia seperti mendapatkan bahan obrolan yang lebih panjang.

“Jadi gini, kalau kita ke Pantai Parangtritis, jangan sekali-kali pakai baju warna ijo. Soalnya kenapa coba? Soalnya kamu bisa hilang!” katanya sembari menakut-nakuti.

Jawaban yang seperti itu menambah rasa penasaran saya. Apa di dunia ini hanya saya saja yang tidak tahu mitos seperti itu?

Melihat saya semakin penasaran, teman saya pun melanjutkan.

“Ada cerita seorang wisatawan mengenakan baju hijau ke Parangtritis karena ingin mencoba melawan mitos. Namun, bukannya selamat, wisatawan itu justru menghilang. Saat menghilang ada yang mengatakan dibawa untuk dijadikan abdi Nyi Roro Kidul. Tetapi, kalau saya sih tidak percaya,” kata teman saya panjang lebar.

“Kenapa tidak percaya?”

Teman saya mengarahkan pandangan ke mata saya kemudian menatap lekat.

“Semakin banyak mitos di suatu tempat wisata, semakin laris. Dan Parangtritis tidak hanya punya mitos penuh misteri seperti baju hijau dan Nyi Roro Kidul, tetapi masih banyak lagi.”

Setelah menceritakan tentang mitologi Nyi Roro Kidul, teman saya pun menceritakan keunikan-keunikan lain di Pantai Parangtritis, Yogyakarta.

Berdasarkan cerita teman saya itu, berikut saya rangkum 7 (tujuh) keunikan Pantai Parangtritis dari mulai mitos yang penuh misteri hingga sunset terbaik di Yogyakarta.

  1. Mitos Nyoi Roro Kidul di Pantai Parangtritis yang Bisa Terpecahkan Secara Ilmiah

Pantai Parangtritis merupakan pantai yang terletak di pesisir Kota Yogyakarta. Keindahan pantai ini sudah sangat terkenal. Maka tidaklah mengherankan jika Pantai Parangtritis menjadi destinasi wisata favorit yang kerap dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara saat melancong di Yogyakarta.

Jarak Kota Surabaya ke Pantai Parangtritis tergolong dekat. Kedua tempat ini hanya dipisahkan jarak sekitar 28 kilometer. Untuk pergi ke pantai ini, kalian bisa menggunakan berbagai moda transportasi seperti motor, mobil, bahkan bus. Jika kalian berasal dari Jalan Malioboro Kota Yogyakarta kalian bisa mencapai Pantai Parangtritis lewat sebuah desa bernama Kretek. Sementara itu, jika kalian berada di luar kota, pilihlah rute perjalanan melalu Jalan Parangtritis. Ikuti jalan tersebut sampai kalian menemukan lokasi pantainya.

Jika sudah sampai di Pantai Parintritis, kalian bisa membayar biaya masuk yang terbilang murah, yakni Rp 5000. Setelah membayar tiket masuk, kalian bisa sepuasnya menyusuri tepi pantai dari Timur hingga ke Barat. Apabila lelah berjalan kaki, cobalah naik kuda aatau kereta kuda yang bisa disewa cukup dengan membayar sebesar Rp 20.000.

Ketika berada di pantai dengan debur ombak yang besar, ingat untuk selalu hati-hati. Beberapa kasus wisatawan hilang saat bermain air sering terjadi di Pantai Parangtritis. Dan hilangnya wisatawan tersebut seringkali dikait-kaitkan dengan mitologi Nyi Roro Kidul. Terkait dengan mitologi, kalian bisa mempercayai dan juga bisa tidak. Namun, hilangnya orang di Pantai Parangtritis ternyata bisa dijelaskan secara ilimah.

Parangtritis merupakan pantai yang memiliki fenomena Rip Current. Rip Current merupakan fenomena untuk menyebutkan “sebuah lokasi hempasan gelombang dari laut yang kemudian menyebar dan bergerak di sepanjang pantai dan kemudian kembali lagi ke laut. Sebagai sebuah fenomena alam, Rip Current ini menjadi penyebab utama pembawa korban jiwa wisatawan yang hilang di Parangtritis.

  1. Pantai Manusia Pra-sejarah

Pantai Parangtritis ternyata menjadi tempat peradaban manusia pra-sejarah. Kehidupan manusia pra-sejarah yang ada di Pantai Parangtritis di wilayah Pantai Parangtritis dimulai sejak zaman Pleistosen hingga akhir Holosen Awal. Peradaban ini bisa dibuktikan dengan penemuan-penemuan fosil yang ada di Pantai Parangtritis. Karena temuan ini, sangat memungkinkan jika Pantai Parangtritis sudah terjamah oleh manusia sejak ribuan tahun silan dan barangkali menjadi destinasi wisata bagi manusia pra-sejarah untuk melepaskan penat setelah beraktivitas seperti meramu dan berburu.

  1. Pantai Berpasir Hitam yang Kaya Manfaat

Pantai Parangtritis disekelilingi oleh pasir berwarna hitam. Pasir ini berasal dari material vulkanik yang bersumber dari Gunung Merapi. Karena berasal dari material vulkanik, pasir hitam di Pantai Parangtritis ternyata memiliki sejumlah manfaat di antaranya karena mengandungi jumlah silika yang lebih tinggi, pasir hitam di Pantai Parangtritis memiliki kualitas yang terbaik.

  1. Pantai Pemukiman untuk Entis Tionghoa

Sebagai pantai yang sudah lama sekali muncul di Yogyakarta, Parangtritis menjadi tempat pertama kali bagi entis Tionghoa untuk melakukan migrasi. Pada zaman itu, khususnya mulai tahun 1600-an, orang Yogyakarta menghidari bermukim di sepanjang pantai selatan. Hal ini ternyata dimanfaatkan oleh etnis Tionghoa yang tidak terpengaruh oleh mitologi. Penduduk Tionghoa kemudian membangun pemukiman di sekitar Pantai Parangtritis untuk menghindari kontak dengan penduduk asli Yogyakarta dan juga dengan umat muslim Kerajaan Mataram Islam kala itu. Saat ini, setelah menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi, penduduk etnis Tionghoa pun memutuskan untuk pindah ke daerah Ketandan dan Jalan Am Sangaji, Yogyakarta.

  1. Keindahan Sunset Terbaik di Yogyakarta

Keindahan sunset Pantai Parangtritis sudah tidak diragukan lagi. Saking indahnya, sunset Parangtritis dinobatkan sebagai sunset terbaik seantero Yogyakarta. Mengapa terbaik? Ada beragam lokasi yang bisa ditawarkan untuk melihat sunset di Parangtritis, namun yang paling direkomendasikan adalah sekitar wilayah perbukitan yang ada di pantai ini. Dari atas perbukitan, kalian bisa menyaksikan empat gunung sekaligus dalam temaram langit menuju senja, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing. Keindahan sunset seperti itu benar-benar memukau.

  1. Patahan Legendaris di Pantai Parangtritis

Patahan yang ada di Pantai Legendaris merupakan sebuah patahan yang melegenda di Yogyakarta. Mengapa demikian? Parangtritis memiliki patahan berbentuk sesar yang strukturnya berarah ke Barat Laut hingga Tenggara. Keberadaan patahan ini sangat penting karena bisa mengontrol muncul tidaknya air panas di Parangtritis. Tidak hanya itu saja, patahan yang terletak di Parangtritis juga bertanggung jawab terhadap sebuah aktivitas tektonik pada tahun 2001 dan 2006 yang smepat mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya.

  1. Lokasi Pengamatan Astronomi Terbaik di Yogyakarta

Pantai Parangtritis ternyata menjadi lokasi yang strategis untuk pengamatan astronomi. Ada beberapa kegiatan astronomi yang biasanya digelar di Pantai Parangtritis seperti pengamatan Hilal di Bulan Ramadan, perburuan hujan meteor, hingga pengamatan benda langit lainnya.

Nah itulah beberapa mitos pantai parangtritis, tertarik untuk kesana dan membuktikan keberadaan mitos tersebut? Langsung saja berangkat pakai sewa mobil jogja. Silakan sewa di omocars Jogja saja.