Sekarang mulai banyak yang mengolah biji kopi luwak asli secara mandiri. Mungkin karena ingin tahu apa yang dinamakan proses panjang pembuatan kopi luwak. Hanya saja, ada yang perlu digaris-bawahi. Pada proses pemilihan biji kopi luwak, khususnya untuk varian robusta dan arabika wajib ditelisik. Biar tidak tertukar satu sama lain. Apa saja bedanya?

1. Produksi Kopi Arabika Lebih Luas

Di berbagai belahan dunia, nama kopi arabika pasti lebih populer daripada kopi robusta. Begitu pula dengan kopi hasil fermentasi binatang luwak untuk kedua varian kopi ini. Bahkan di daratan Amerika, persentase konsumsi kopi luwak arabika nyaris 100%. Hal itu berbanding terbalik dengan yang ada di Indonesia.

Di Indonesia, justru produksi kopi robusta mencapai 70%, sedangkan kopi arabika 30%. Hal itu disesuaikan dengan minat pecinta kopi luwak dalam negeri. Meskipun begitu, tingkat ekspor untuk kedua varian juga sama besarnya. Kopi robusta hanya diproduksi beberapa negara saja, seperti Indonesia, Vietnam, dan sebagainya. Sedang arabika tersebar amat luas.

2. Beda Berdasarkan Ukuran Bijinya

Inilah yang membuat daya ekspor kopi luwak arabika dalam negeri masih sebanding dengan ekspor kopi luwak robusta. Ukuran biji kopi arabika cenderung lebih besar. hal ini dikarenakan perawatan tanaman kopi arabika cenderung lebih khusus. Terasa lebih spesial, meskipun untuk kopi luwaknya, orang Indonesia tetap lebih suka yang robusta.

Sedangkan untuk biji kopi luwak robusta lebih kecil. Bentuknya nyaris bulat dan lebih padat dibandingkan dengan biji kopi arabika. Dengan ukuran biji yang berbeda, bukan berarti pengolahannya lebih sulit yang arabika ketimbang robusta. Keduanya tetap bisa diolah dengan kecepatan sama dan kualitas yang sama baiknya.

3. Beda Berdasarkan Tekstur Bijinya

Soal tekstur biji kopi kedua varian ini juga wajib Anda cermati baik-baik. Mungkin ketika dilihat dari ukurannya sudah kelihatan. Tapi untuk mengetahui perbedaannya, tidak boleh berhenti pada satu hal saja. Harus menyeluruh, termasuk soal teksturnya. Siapa tahu ketika Anda mau beli, para penjual mencampurkan keduanya. Mana bisa Anda komplain?

Nah, pada kopi robusta, tekstur bijinya cenderung lebih kasar. Bulat dan kasar, harap diingat-ingat. Tapi tidak terlalu kasar kok. Apalagi setelah mendapatkan sentuhan fermentasi dari perut luwak. Tekstur kasarnya jadi agak tertutupi. Sedangkan untuk biji kopi luwak arabika lebih halus. Kiranya inilah yang disukai oleh pecinta kopi luwak arabika di seluruh dunia.

4. Kemampuan Tumbuh Masing-Masing Biji Kopi

Meskipun Anda tidak memiliki latar belakang sebagai petani kopi, untuk menanam kopi robusta tidak harus belajar macam-macam. Siapa tahu Anda mau menanamnya. Toh meskipun kopi robusta sudah keluar dari perut luwak, tetap bisa ditanam kok. Biji kopi ini cenderung fleksibel dalam artian tidak peduli soal suhu maupun lokasinya.

Bahkan dalam suhu ekstrem sekalipun, biji kopi luwak robusta tetap bisa tumbuh subur. Tidak perlu tempat yang tinggi-tinggi amat. Sedangkan untuk biji kopi arabika wajib ditempatkan pada lokasi tertentu. Tempat tersebut dicirikan harus terbebas dari hama. Biar ketika diolah tidak timbul distraksi pada cita-rasanya.

5. Manakah yang Lebih Sering Dipasarkan?

Soal rasa kopi luwak, varian robusta maupun arabika sama-sama lezatnya. Hanya saja, mungkin karena efek dan label “internasional”, kopi luwak arabika tampak lebih banyak dipasarkan. Lihat saja di kedai-kedai atau restoran. Biasanya para peracik kopi luwak lebih sering memakai biji kopi luwak arabika.

Nah, itulah perbedaan kopi luwak robusta dan arabika. Hal tersebut, tentu bisa menjadi referensi bagi Anda yang sedang ingin mencoba kopi luwak asli. Pasalnya, selain harganya yang mahal juga kopi luwak asli ini jarang ada di warung kelontongan. Jadi, jika ada, sudah di pastikan itu pasti palsu.