Masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling menentukan masa depan si anak tersebut. Dalam masa perkembangannya, didikan dari orang tua, guru, dan juga lingkungan sekitar dapat mempengaruhi proses pengembangan pikiran yang nantinya akan terbentuk di dalam otak anak tersebut. Proses pengembangan pikiran di dalam otak disebut kognitif.

Perkembangan kognitif pada anak mencakup berbagai aktivitas seperti memahami, melihat, mengelompokkan, membayangkan, memecahkan masalah, dan lain sebagainya yang dapat mempengaruhi proses dan tumbuh kembang anak. Perkembangan kognitif dipengaruhi oleh daya pikir yang diiringi dengan perkembangan motorik dari sang anak. Beberapa ahli perkembangan kognitif telah mengemukakan tahapan-tahapan yang terjadi pada proses kognitif pada anak. Berikut ini adalah tahap-tahap perkembangan kognitif anak usia dini menurut para ahli :

  • Sensori motor (usia 0-18 bulan)

Pada usia ini, anak-anak akan belajar melalui ke-lima indra yang dimilikinya untuk mengenal benda-benda serta obyek baru yang dilihatnya pertama kali. Mereka belajar dengan gerakan, meraba benda, memukul obyek, menggigit benda, dan lain sebagainya. Hingga pada usia 2 tahun, anak-anak sudah mendapatkan pemahaman tentang benda-benda di lingkungan sekitarnya yang memiliki tempat di mana benda itu seharusnya berada. Mereka juga sudah memahami kegunaan dari benda-benda atau obyek tersebut dan dapat melakukan apa yang diinginkannya terhadap benda-benda yang berada di hadapannya. Seperti meminum dengan gelas, menggunakan sendok untuk makan, dll.

  • Pra operasional (usia 18 bulan – 7 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak sudah mulai bisa berpikir sendiri, dan mereka memiliki pemahaman dan persepsi tersendiri terhadap aktivitas yang pernah dilakukannya, meskipun mereka tidak pernah menunjukannya lewat perilaku.

  • Operasional kongkret (usia 8-12 tahun)

Apa yang dapat dipikirkan oleh anak-anak pada usia ini masih terbatas pada benda-benda yang dapat diraba dan dirasakan olehnya. Benda-benda atau obyek abstrak yang tidak atau belum pernah tampak olehnya akan masih terasa sulit dipikirkan dan dipahami. Seperti mengajarkan pelajaran di sekolah pada anak-anak.

  • Operasional formal (usia di atas 12 tahun)

Pada usia di atas 12 tahun, anak-anak sudah mampu berpikir nalar dan memecahkan suatu masalah yang dialaminya sendiri. Mereka sudah mampu menggabungkan berbagai informasi yang mereka dapatkan dari sumber yang berbeda.

Itu dia perkembangan kognitif anak mulai dari lahir hingga 12 tahun+. Dengan demikian, tentu menjadikan orang tua paham dan mengerti mengenai masalah tersebut. Oleh karena itu, orang tua baiknya bisa memberikan rangsangan untuk menik meningkatkan perkembangan kognitif anak.